Jangan Asal Touring, Perhatikan Tata Caranya

Tata Cara Konvoi Kendaraan Besar

Point-point yang harus diperhatikan dalam melakukan convoi kendaraan besar agar perjalanan touring menjadi aman, nyaman, menyenangkan dan pastinya tidak merugikan pengguna jalan lainnya :

Standar Kelengkapan Kendaraan.

  1. Lampu depan, lampu rem, sein riting kiri-kanan, klakson yang berfungsi.
  2. STNK dan SIM selalu siap / tidak expired.
  3. Plat nomor depan belakang wajib asli. Tidak menggunakan plat nomor aspal apalagi palsu.
  4. Pastikan peralatan keselamatan seperti P3K & APAR (Alat Pemadam Api Ringan) selalu tersedia di kendaraan.
  5. Mematuhi peraturan lalu lintas dan memahami rambu-rambu lalu lintas.
  6. Hindari berkendaran agresif. Sabar dan sopan dalam berkendara. Timbulkan simpaty/kekaguman pemakai jalan lain terhadap perilaku berkendara kita. Tidak gampang terprovokasi dengan pemakai jalan lain, tidak arogan. Wajib diingat, kita mewakili komunitas kita All New Veloz Avanza Xenia Indonesia (ANVAX ID)
  7. Mengerti posisi sesama pengendara/pemakai jalan bahwa jalan raya digunakan untuk bersama. Jadi sebisa mungkin menghindari perilaku-perilaku seperti mengklakson berlebihan, menggunakan aksesoris yang dapat mengganggu pemakai jalan lain seperti klakson kebo/anjing, sirine, strobo dsb. Prinsipnya, The Road is Not Yours Brother.
  8. Peserta turing khususnya pengendara/pengemudi sudah cukup istirahat sebelum berangkat dan wajib dalam keadaan sehat.
  9. Hindari bergadang saat acara agar pengendara/pengemudi tetap focus dan tidak mengantuk selama perjalan pulang kembali ke tempatnya masing-masing.

Istilah-Istilah Dalam Touring :

  1. Road Captain (RC) = Pimpinan Touring
  2. Road Marshal (RM) = Yang bertugas merapihkan barisan naik/turun rangkaian
  3. Sweeper/Interzeptor = Pengatur barisan (formasi)

Tata Cara Konvoi

Buat Rute Dan Checkpoint

Ini merupakan kunci utama untuk menghindari perserta konvoi berjalan terlalu dekat. Dengan memberi tahu rute detail, seluruh peserta konvoi akan mendapat gambaran utuh tentang perjalanan. Dalam rute ini, cantumkan pula checkpoint, jarak masing-masing etape serta titik bertemu atau meeting point. Jadi misalnya ada yang tertinggal pun, peserta tahu akan bergabung lagi di tempat yang telah ditentukan. Dalam merancang rute, jangan biarkan konvoi berjalan non-stop lebih dari 100 Km tanpa perhentian. Tentukan tempat berhenti untuk istirahat 10-15 menit, bisa berupa pompa bensin atau rumah makan.

Patuhi Aturan Berlalulintas.

Jangan paksakan melakukan hal-hal yang dilarang seperti memotong lajur pengguna jalan lain secara tiba-tiba dan melanggar lampu lalulintas untuk menjaga barisan tetap utuh atau tidak terputus. Kalau terputus, rombongan di depan harus mencari tempat leluasa menunggu temannya yang tertinggal.

Anggaplah Sedang Berkendara Sendiri

Cenderung lebih melelahkan justru karena faktor psikologis dengan berpikir kita sedang konvoi dan tak boleh lepas dari iring-iringan. Untuk itu, ketika menjadi peserta konvoi, anggaplah seperti sedang berkendara sendiri melalui rute yang sudah ditentukan. Berkendara pun jadi lebih santai dan disiplin berlalu lintas menjaga keamanan kian mudah dilakukan.

Formasi 1 jalur.

Susun rapi peserta. Tepatnya, gunakan satu lajur untuk kebutuhan konvoi sehingga tidak mengganggu penguna jalan lain, tetapi tetap menggunakan Formasi Zig-Zag

Jaga Jarak Aman Dan Beri Jalan

Tentu saja ini standar baku bagi seluruh pengendara di jalan, termasuk konvoi. Selalu terapkan jarak minimal 2 detik ke mobil depan. Pastikan bisa melihat StopRem 2 mobil kedepan, untuk mengantisipasi Tabrak Belakang. Jangan takut dipotong kendaraan lain, karena sebagai konvoi yang sopan Anda juga mesti memberi pengguna jalan laik hak yang sama. Dengan menjaga jarak dan rela memberi jalan pada orang lain, citra klub Anda akan semakin harum. Banyak pengendara awam beranggapan konvoi adalah sesuatu yang bersifat arogan. Dan ketika Anda membuktikan sebaliknya, klub pun akan mendapat simpati dan senyuman dari sesama pengguna jalan.

Sein Lebih Awal

Demi menghindari reaksi terlambat dari peserta konvoi di belakang, selalu gunakan sein lebih awal ketika hendak berbelok. Tak perlu terlalu lama, sekitar 1-2 detik lebih awal dari normalnya sudah cukup. Bila memungkinkan, komunikasikan juga via radio komunikasi saat akan membelok.

Gunakan Lampu Besar, BUKAN LAMPU HAZARD. 

Aturan simpel yang membedakan konvoi sopan dan provokatif. Menggunakan hazard mengundang banyak bahaya seperti pengendara di belakang lebih cepat lelah matanya, lampu sein jadi tidak berfungsi serta seakan meminta prioritas ke pengendara lain. Bila dirasa perlu untuk memberi tanda peserta konvoi, gunakan saja lampu besar, bukan lampu jauh. Selain tidak mengganggu pengendara lain, lampu besar juga dirasa masih sopan.

Menyalip Sendiri-Sendiri

Bila kebetulan harus menyalip mobil di depannya pada jalan 2 arah, eksekusilah satu per satu jangan langsung berombongan. Selain lebih sopan pada pengendara lain, mobil yang telah mendahului pun bisa menginformasikan kondisi lalu lintas dari depan pada peserta lain yang hendak menyalip.

Komunikasi Radio

Saat di jalan, gunakan komunikasi radio via HT. Bila tak semua peserta memiliki HT, setidaknya alat komunikasi ini bisa dipakai oleh pimpinan kelompok di paling depan dan sweeper di bagian belakang. Bila ada banyak peserta yang memakai HT, haruslah ditetapkan aturan mainnya karena komunikasi HT tidak bisa 2 arah sekaligus. Tetapkan satu orang moderator untuk mengatur lalu lintas komunikasi. Jadi siapapun yang hendak memulai pembicaraan harus meminta izin dulu, supaya tidak terjadi tabrakan transmisi radio. Selain HT, ada baiknya seluruh peserta konvoi dalam satu kelompok mengetahui nomor ponsel masing-masing peserta. Dan tentu saja, semua aktifitas komunikasi dilakukan oleh co-driver supaya tak menggangu konsentrasi pengemudi.

Mobil Lebih Kecil Berada Di Depan

Bila peserta konvoi terdiri dari beberapa jenis mobil dengan ukuran berbeda, sebaiknya urutkan posisi terdepan dari ukuran mobil kecil ke besar. Ini akan membantu visibilitas pengendara di belakang saat beriringan.

Bagi Dalam Kelompok

Iring-iringan di atas 10 mobil sangat sulit untuk dikendalikan. Karena itu, bagilah kelompok konvoi maksimal per 10 mobil. Tiap kelompok memiliki pimpinan sendiri dan melakukan koordinasi internal sebelum melakukan perjalanan. Lantas lepaslah tiap kelompok dengan jeda 5-10 menit seperti halnya ajang reli. Kelompok-kelompok kecil seperti ini akan memberi efek positif bagi kesopanan di jalan serta kelancaran konvoi.

Selamat  menikmati vibes touring. Salam ZERO ACCIDENT

Salam K3 Anvax Indonesia :

KEBERSAMAAN | KEBAIKAN | KEBERKAHAN


Comments

Popular posts from this blog

Anvax Indonesia Touring Nang Tjrebon